Pada suatu masa dahulu ada dua adikku yang cantik ikan duyung, yang tinggal di jurang di tepi Laut Baltik. Salah satu yang dua memutuskan untuk berenang jauh ke Selat Denmark dan hari ini anda bisa mengagumi dia duduk di dia batu di pintu masuk ke pelabuhan Copenhagen.
Yang lain berenang ke Gdansk dan, naik Sungai Vistula, datang ke Kota Lama di Warsaw, tempat yang begitu indah yang dia memutuskan untuk tidak meninggalkan lagi. Duyung setiap malam dilayan nelayan dengan dia manis lagu sehingga, pada suatu hari, seorang pedagang yang kaya melihat dia dan berpikir bahwa, bila dia ditangkap, dia bisa mendapatkan banyak uang. Pelit manusia, dengan sebuah trik, menangkap ikan duyung dan terkunci dalam sebuah pondok kayu jauh dari air. Satu malam, seorang anak lokal buruh mendengar menangis makhluk itu dan semalaman pergi untuk membebaskannya. Putri duyung, untuk berterima kasih pada anak muda berjanji, jika city membutuhkan bantuan, dia akan kembali untuk melindunginya. Untuk ini, Warsaw duyung, diletakkan di tengah-tengah alun-Alun Pasar bersenjata dengan pedang dan perisai. Kita pasti tidak bisa menjanjikan anda bahwa selama kunjungan anda ke Warsawa kau akan menghadapi seorang putri duyung, tetapi kota ini telah indah monumen dan dongeng tempat.